Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan antara motor listrik dan motor konvensional (bensin) telah menjadi topik hangat di kalangan konsumen, pembuat kendaraan, dan pembuat kebijakan. Artikel ini membahas perbedaan keduanya serta meninjau popularitas masing-masing di berbagai wilayah dunia berdasarkan data terbaru hingga 2024.
Motor listrik adalah kendaraan roda dua yang menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai sebagai sumber daya utama untuk menggerakkan motor. Tidak ada proses pembakaran bahan bakar fosil, sehingga tidak menghasilkan emisi buangan langsung dari ekzos.
Motor konvensional biasanya berjalan dengan mesin pembakaran dalam yang menggunakan bahan bakar bensin atau diesel sebagai sumber energi. Teknologi ini sudah berkembang selama lebih dari satu abad dan menjadi standar di pasar global.
Berikut adalah data perkiraan penjualan motor listrik secara mondial pada tahun 2023 dan pertumbuhannya hingga 2024:
| Wilayah | Penjualan 2023 (unit) | Penjualan 2024 (perkiraan) | Persentase Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Asia Pasifik | 12,4 juta | 15,8 juta | +27% |
| Eropa | 3,2 juta | 4,0 juta | +25% |
| Amerika Utara | 1,8 juta | 2,3 juta | +28% |
| Latin Amerika | 0,9 juta | 1,2 juta | +33% |
| Afrika & Timur Tengah | 0,4 juta | 0,5 juta | +25% |
Sumber: Persatuan Produtor Sepeda Motor Internasional (PISM) dan laporan pasar 2024.
Meskipun pertumbuhan motor listrik mencurigakan, motor konvensional masih menguasai mayoritas pasar global. Berikut data perkiraan penjualan motor konvensional untuk tahun 2023 dan 2024:
| Wilayah | Penjualan 2023 (unit) | Penjualan 2024 (perkiraan) | Persentase Perubahan |
|---|---|---|---|
| Asia Pasifik | 48,5 juta | 46,2 juta | -4.7% |
| Eropa | 9,1 juta | 8,7 juta | -4.4% |
| Amerika Utara | 5,6 juta | 5,3 juta | -5.4% |
| Latin Amerika | 3,4 juta | 3,2 juta | -5.9% |
| Afrika & Timur Tengah | 1,8 juta | 1,7 juta | -5.6% |
Sumber: PISM dan analisis pasar 2024.
Banyak negara memberikan subsidi, pengurangan pajak, dan pembebasan dari biaya kelistrikan untuk pengendara motor listrik. Sebaliknya, beberapa region mulai menerapkan batasan emisi yang lebih ketat untuk motor konvensional.
Ketersediaan stasiun pengisian listrik (SPLU) masih menjadi tantangan di banyak negara berkembang, sementara stasiun pengisian bahan bakar luas dan mudah diakses.
Generasi muda lebih cenderung memilih produk ramah lingkungan, sehingga meningkatkan minat terhadap motor listrik.
Peningkatan kapasitas baterai dan penurunan harga li-ion telah memperpanjang jangkauan dan membuat motor listrik lebih kompetitif secara harga.
Dalam segmen sport dan touring, banyak konsumen masih mengalihkan ke motor konvensional karena respons mesin yang lebih immédiat dan suara yang khas.
Motor listrik menunjukkan pertumbuhan yang pesat, terutama di Asia Pasifik dan Eropa, didorong oleh kebijakan pro-lingkungan dan peningkatan teknologi baterai. Namun, motor konvensional masih mendominasi volume penjualan global karena keunggulan jangkauan, infrastruktur pengisian yang matang, dan harga yang lebih terjangkau untuk sektor ekonomi.
Pada tahun-tahun ke depan, diperkirakan bahwa selisih antara keduanya akan semakin sempit. Jika infrastruktur pengisian terus diperluas dan harga baterai terus menurun, motor listrik bisa merebut bagian yang lebih besar dari pasar global. Sebaliknya, jika inovasi dalam bahan bakar alternatif (seperti bio-bensin atau hidrogen) dan peningkatan efisiensi mesin pembakaran berhasil, motor konvensional bisa tetap relevan.
Pemilihan antara motor listrik dan motor konvensional akhirnya bergantung pada kebutuhan individu: jarak tempuh harian, akses infrastruktur, anggaran, serta pertimbangan lingkungan dan preferensi pribadi masing-masing pengendara.