Dalam konteks mobilitas perkotaan, pilihan antara motor listrik dan motor konvensional (bensin) semakin relevan. Salah satu aspek yang sering diperhatikan adalah jarak tempuh harian yang dapat dicapai tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar atau mengisi ulang daya.
Motor listrik moderne biasanya dilengkapi dengan baterai berkapasitas antara 2 kWh hingga 5 kWh, tergantung pada kelas dan merek. Dengan asumsi konsumsi energi rata‑rata sekitar 12 Wh/km (tergantung gaya berhenti‑mulai dan beban), jarak tempuh teoritis dapat dihitung sebagai:
Namun, dalam penggunaan sehari‑hari di kota, faktor-faktor seperti kecimpilan lalu lintas, penggunaan lampu, dan gaya berkendara dapat mengurangi jarak efektif menjadi sekitar 60‑80 % dari nilai teoritis. Oleh karena itu, jarak tempuh realistis per pengisian daya umumnya berada dalam rentang 100‑300 km, lebih dari cukup untuk kebutuhan harian mayoritas pengguna (biasanya <50 km).
Motor konvensional umumnya memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 5‑7 liter. Dengan konsumsi bahan bakar rata‑rata 2‑3 liter/100 km (tergantung cc dan teknik mesin), jarak tempuh per penuh adalah:
Faktor yang memengaruhi jarak tempuh termasuk kondisi jalan, beban penumpang, dan gaya percepatan. Dalam situasi kota dengan banyak berhenti, konsumsi bisa naik hingga 4‑5 liter/100 km, menurunkan efektif jarak menjadi sekitar 80‑150 km per penuh.
| Aspek | Motor Listrik | Motor Konvensional |
|---|---|---|
| Kapasitas energi / bahan bakar | 2‑5 kWh (setara 0,2‑0,5 liter bensin setara energi) | 5‑7 liter bensin |
| Jarak tempuh teoritis per penuh | 100‑400 km (tergantung kapasitas baterai) | 150‑350 km (tergantung konsumsi) |
| Jarak tempuh efektif kota (hari‑hari) | 80‑250 km (biasanya mencukupi <50 km/hari) | 80‑150 km (tergantung gaya berkendara) |
| Waktu pengisian / pengisian ulang | 30‑90 menit (charging cepat) atau 4‑8 jam (charging rumah) | 5‑10 menit (mengisi bensin) |
| Biaya per km (listrik vs bensin) | ≈ Rp 150‑250/km (tergantung tarif listrik) | ≈ Rp 400‑600/km (tergantung harga bensin) |
| Emisi lokal | 0 km (tidak ada buang asap) | Menghasilkan CO2, NOx, partikel |
Untuk penggunaan sehari‑hari di kota, baik motor listrik maupun motor konvensional mampu memberikan jarak tempuh yang cukup untuk kebutuhan rata‑rata (<50 km/hari). Motor listrik memiliki keunggulan dalam biaya operasional lebih rendah dan nol emisi lokal, meskipun membutuhkan waktu pengisian yang lebih lama jika tidak menggunakan charger cepat. Motor konvensional tetap menawarkan kecepatan pengisian bahan bakar yang cepat dan jadwal infrastruktur yang luas, tetapi dengan biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan dampak lingkungan.
Pemilihan antara kedua jenis motor sebaiknya didasarkan pada prioritas pengguna: jika nilai lingkungan dan biaya jangka panjang penting, motor listrik adalah pilihan yang lebih cocok. Jika ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar dan waktu isian singkat menjadi faktor kritis, motor konvensional masih relevan.